Pengertian Filsafat

Pengertian Filsafat - Hallo sahabat Chord Gitar Indonesia, Pada sharing Kunci gitar kali ini yang berjudul Pengertian Filsafat, saya telah menyediakan lirik lagu lengkap dengan kord gitarnya dari awal lagi sampai akhir lagu. mudah-mudahan isi postingan kunci gitar yang saya tulis ini dapat anda pahami. okelah, ini dia chord gitarnya.

Penyanyi : Pengertian Filsafat
Judul lagu : Pengertian Filsafat

lihat juga


Pengertian Filsafat

Pengertian Filsafat - Kata filsafat dan ilmu adalah dua kata yang saling berkaitan, baik secara substansial maupun historis. Kehadiran ilmu tidak dapat dipisahkan dari peran penting filsafat, dan begitu juga sebaliknya bahwa perkembangan ilmu akan memperkuat keberadaan filsafat. Pada zaman Plato sampai pada masa Al-Kindi, batas antara filsafat dan ilmu pengetahuan boleh dikatakan tidak ada. Seorang filosuf pasti menguasai ilmu pengetahuan. Perkembangan daya berfikir manusia yang mengembangkan filsafat pada tingkat praktis dikalahkan oleh perkembangan ilmu yang didukung oleh teknologi. Wilayah kajian filsafat menjadi lebih sempit dibandingkan dengan wilayah kajian ilmu. Sehingga ada anggapan filsafat tidak dibutuhkan lagi.

Pengertian Filsafat
Pengertian Filsafat
A. Pengeritan Filsafat
Secara  etimologis,  pengertian filsafat terdiri dari berbagai bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Yunani. Dalam bahasa Inggris “Philosophy”, sedangkan dalam bahasa Yunani “Philein atau   “Philos” dan “Sofein” atau “sophi”. Ada juga yang mengatakan bahwa filsafat itu berasal dari bahasa Arab, yaitu “Falsafah” yang artinya al-hikmah. Akan tetapi kata teersebut pada awalnya berasal dari bahasa Yunani “Fhilos artinya cinta, sedangkan “Shopia artinya kebijaksanaan. Oleh karena itu filsafat dapat diartikan dengan cinta kebijaksanaan yang dalam bahasa arab diistilahkan Al-hikmah.

Secara Terminologi, filsafat mempunyai arti yang bervariasi. Menurut Juhaya S. Pradja mengatakan bahwa arti yang sangat formal dari filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang di junjung tinggi. Suatu sikap falsafi yang benar adalah sikap kritis dan mencari. Sikap itu merupakan sikap toleran dan terbuka dalam melihat persoalan dengan berbagai sudut pandang dan tanpa prasangka.

Menurut Sutardjo A. Wiramihardja filsafat diartikan sebagai pengetahuan tentang cara berfikir terhadap segala sesuatu atau secara sekalian alam. Artinya semua materi pembicaraan filsafat adalah segala hal yang menyangkut keseluruhan yang bersifat universal. 

Aristoteles (384-332 SM) tokoh utama silosof klasik, mengatakan bahwa filsafat menyelidiki sebab dan asas segala terdalam dari wujud. Karena itu, ia menamakan filsafat dengan ‘teologi’ atau ‘fisafat pertama’. Aristoteles sampai pada kesimpulan bahwa setiap gerak dialam ini digerakkan oleh yang lain

Filsafat adalah seni kritik yang bukan semata – mata membatasi diri pada destruktif atau seakan-akan takut untuk membawa pandangan positifnya sendiri, kemudian Franz Magnis Suseno menegaskan bahwa kritisnya filsafat adalah kritis dalam arti bahwa filsafat tidak pernah puas diri, tidak pernah membiarkan sesuatu sebagai sudah selesai, bahkan senang, untuk membuka kembali perdebatan , selalu dan secara hakiki bersifat dialetika dalam arti bahwa setiap kebenaran menjadi lebih benar dengan setiap putaran tesis  dan antitesis.

B. Tujuan Filsafat
Segala sesuatu yang terdapat di alam ini diciptakan dengan fungsinya, dengan kata lain bahwa tidak ada materi yang tidak bermanfaat tak terkecuali lahirnya filsafat ilmu. Lahirnya filsafat ilmu memberikan jawaban terhadap persoalan yang muncul terutama yang berhubungan dengan pengetahuan manusia. Oleh karena, di antara tujuannya ialah:
1.      Dengan berfilsafat kita lebih menjadi manusia lebih mendidik dan membangun diri sendiri. Sifat yang khusus bagi seorang filsuf ialah bahwa sesadar-sadarnya apa saja yang termasuk dalam kehidupan manusia, Tetapi dalam pada itu juga mengatasi dunia itu, Sanggup melepaskan diri, menjauhkan diri sebentar dari keramaian hidup dan kepentingan-kepentingan subyektif untuk menjadikan hidupnya sendiri itu obyek peyelidikannya. Dan justru kepentingan-kepentingan dan keinginan-keinginan subyektif itu maka ia mencapai keobyektifan dan kebebasan hati, Yang perlu buat pengetahuan dan penilaian yang obyektif dan benar tentang manusia dan dunia. Dan sifat ini, sifat mengatasi kesubyektifan belaka, Sifat melepaskan kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan sendiri,
2.      Berusaha mempertahankan sikap yang obyektif mengenai intisari dan sifat-sifat objek-objek itu sendiri. Bila seseorang semakin pantas di sebut “berkepribadian”, semakin mendekati kesempurnaan kemanusiaan, Semakin memiliki “kebijaksanaan”.
3.      Mengajar dan melatih kita memandang dengan luas dan menyembuhkan kita dari sifat Akuisme dan Aku sentrimisme. Ini berhubungan erat pula dengan “Spesialisasi” dalam ilmu pengetahuan yang membatasi lapangan penyelidikan orang sampai satu aspek tertentu dari pada keseluruhan itu. Hal inilah dalam ilmu pengetahuan memang perlu akan tetapi sering membawa kita kepada kepicikan dalam pandangan, Sehingga melupakan apa saja yang tidak termasuk lapangan penyelidikan itu sendiri, Sifat ini sangat merugikan perkembangan manusia sebagai keutuhan maka obatnya yang paling manjur ialah “pelajaran filsafat”
4.      Agar menjadi orang yang dapat berpikir sendiri. Dengan latihan akal yang di berikan dalam filsafat kita harus menjadi orang yang sungguh-sungguh “berdiri sendiri” / mandiri terutama dalam lapangan kerohanian, mempunyai pendapat sendiri. Jika perlu dapat dipertahankan pula menyempurnakan ara kita berpikir, hingga dapat bersikap kritis, melainkan mencari kebenaran dalam apa yang dikatakan orang baik dalam buku-buku maupun dalam surat – surat kabar dan lain –lain.
5.      Mendalami unsur-unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu.
6.      Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan ilmu di berbagai bidang, sehingga kita dapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara histories.
7.      Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi di perguruan tinggi, terutama untuk membedakan persoalan yang alamiah dan non-alamiah.
8.      Mendorong pada calon ilmuan dan iluman untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkanya.
9.      Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan.

Itula tadi Pengertian Filsafat yang dapat kami jabarkan, jangan lupa juga untuk menyimak tentang pengertian internet.


Demikianlah Artikel Pengertian Filsafat

Sekian Kunci gitar Pengertian Filsafat, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan Chord gitar lagu kali ini.

Anda sedang membaca artikel Pengertian Filsafat dan artikel ini url permalinknya adalah https://ilmu-pengertian.blogspot.com/2017/05/pengertian-filsafat.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

0 Response to "Pengertian Filsafat"

Posting Komentar