Penyanyi : Pengertian Deflasi
Judul lagu : Pengertian Deflasi
Pengertian Deflasi
Pengertian Deflasi - Adapun salah satu masalah makro ekonomi yang sangat
penting dan hampir ditemukan pada setiap negara di dunia, yaitu Deflasi.
Mengingat pentingnya Deflasi dalam suatu perekonomian menjadi penting bagi para
pengambil kebijakan makro ekonomi. Tentunya kita pernah merasakan harga barang
dan jasa cenderung terus meningkat dalam produk tertentu, seperti sekarang ini.
Fenomena deflasi di negara-negara maju membawa kekhawatiran tertentu terhadap
kinerja perekonomian dunia. Jepang membuktikan, deflasi menyebabkan kredit
macet raksasa di sektor perbankan.
![]() |
| Pengertian Deflasi |
A. Pengertian Deflasi
Deflasi merupakan suatu gejala
ekonomi yang menunjukkan penurunan harga penjualan pasar akibat kemerosotan
ekonomi. Menurut definisi IMF, deflasi adalah suatu fenomena ekonomi yang
terjadi akibat berlangsungnya resesi panjang akibat penurunan harga penjualan
pasar kurang-lebih 2 tahun. Deflasi dapat dikatakan suatu gejala ekonomi yang
berbahaya, seperti halnya inflasi, karena terus meningkatkan situasi labil
terhadap faktor subjek ekonomi secara psikologi. Dan bagaikan resesi panjang deflasi
dapat pula menjatuhkan nilai aset sekaligus menghantam berbagai sektor
perekonomian.
Pada deflasi, jumlah uang yang
beredar dalam masyarakat terlalu sedikit, sedangkan barang dan jasa tersedia
secara melimpah sehingga kenaikan secara tajam nilai mata uang dan peningkatan
peranan uang tidak dapat dihindarkan. Dalam keadaan deflasi, para penjual akan
merasa tidak aman untuk menahan persediaan barangnya terlalu lama, karena
khawatir tingkat harga akan terus menurun. Sebaliknya, pihak pembeli akan bersikap
menunggu dengan harapan harga akan lebih turun lagi.
B. Jenis-Jenis
Deflasi
Dilihat dari proses terjadinya, deflasi dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
·
Deflasi strategis
Deflasi ini terjadi akibat diterapkannya kebijakan
pengontrolan terhadap gejala konsumsi berlebihan untuk mengatasi kenaikan harga
pasar
·
Deflasi sirkulasi
Deflasi ini terjadi pada masa transisi dari kemakmuran
ekonomi menjadi kemerosotan ekonomi, akibat ketidakseimbangan antara daya
produksi dan konsumsi. Gejala ini mendorong penurunan harga penjualan pasar
dalam resesi ekonomi, akibat semakin kurangnya jumlah kebutuhan terhadap
barang-barang ekonomis yang berlebihan
C. Penyebab
Deflasi
Istilah deflasi adalah lawan kata
dari inflasi. Inflasi berkaitan erat dengan gejala konsumsi yang berlebihan,
sedangkan deflasi ada kaitannya dengan pemasokan yang berlebihan. Dengan kata
lain, apabila pemasokan barang-barang ekonomis melampaui daya konsumsi, dapat
mengakibatkan penurunan harga penjualan pasar. Gejala ini mendorong kemerosotan
investasi modal oleh perusahaan, dan memicu turunnya suku bunga sehingga
menimbulkan pengurangan baik jumlah tenaga kerja maupun upah gaji.
Jadi dapat disimpulkan bahwa ada empat buah penyebab Deflasi :
- Menurunnya persediaan uang di masyarakat.
- Meningkatnya Persediaan Barang
- Menurunnya permintaan akan barang.
- Naiknya permintaan akan uang
D. Akibat Deflasi
Deflasi akan mempengaruhi harapan
yang akan datang dan psikologi para pengusaha. Proses deflasi juga akan
mempengruhi penurunan tingkat investasi yang juga tentu saja akan membawa
kesulitan bagi perekonomian. Deflasi dapat menyebabkan menurunnya persediaan
uang di masyarakat dan akan menyebabkan depresi besar (seperti yang dialami
Amerika) dan juga akan membuat pasar Investasi (Saham) akan mengalami
kekacauan. Dikarenakan harga barang mengalami penurunan, konsumen memiliki
kemampuan untuk menunda belanja mereka lebih lama lagi dengan harapan harga
barang akan turun lebih jauh. Akibatnya aktivitas ekonomi akan melambat dan
memberikan pengaruh pada spiral deflasi (deflationary spiral). Dampak
susulan dari melesunya kegiatan ekonomi adalah banyak pekerja yang akhirnya
mengalami PHK karena pemiliki bisnis tidak sanggup membayar gaji karyawannya.
Dengan demikian pendapatan yang
diterima masyarakat menjadi sedikit dan jumlah uang yang beredar di masyarakat
semakin berkurang. Dari sisi investasi, deflasi juga mengakibatkan melesunya
investasi di sektor riil maupun di lantai bursa. Akibatnya ini akan menambah
berat kelesuan ekonomi dikarenakan tidak ada lagi aktivitas bisnis yang
berjalan. Deflasi juga dapat menyebabkan suku bunga disuatu negara menjadi nol
persen. Lalu diikuti juga dengan turunnya suku bunga pinjaman di bank. Ini
memang merupakan langkah paliatif untuk mencegah masyarakat menyimpan uangnya
di bank yang dapat membuat peredaran uang semakin kecil.
E. Cara Mengatasi Deflasi
Deflasi dapat diibaratkan jatuh
sakitnya seseorang karena jarang berolah raga. Apabila seseorang pada dasarnya
memiliki kaki normal namun malas menggunakannya, maka ini akan mengakibatkan
menyusutnya otot-otot kaki yang jarang digunakan tersebut. Dalam jangka waktu
lebih lama orang tersebut akan tidak dapat berjalan sama sekali berhubung otot
sudah terlalu lemah untuk digunakan. Apabila keadaan ini justru didiamkan,
bukan tidak mungkin akan mengalami kelumpuhan selamanya.
Hal ini parallel dengan deflasi.
Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan melatih kembali otot-otot yang
sudah lama tidak digunakan. Meski memakan waktu lama, hal ini adalah
satu-satunya cara untuk mengembalikan kekuatan otot yang melemah. Dengan kata
lain untuk mencegah deflasi menjadi krisis ekonomi besar, pemerintah dan semua
pihak yang terkait harus bersepakat untuk memulai kembali kegiatan ekonomi yang
sempat terhenti karena salah urus tersebut. Tentu saja ini membutuhkan waktu
yang tidak sedikir. Lazim dikatakan oleh para analis eknonomi bahwa deflasi
merupakan kondisi krisis moneter yang sebenarnya tidak memiliki obat yang
efektif. Apabila pada inflasi Bank Sentral dapat menaikkan suku bunga untuk
menahannya, menurunkan suku bunga bahkan hingga nol persen bukanlah jalan
keluar bagi deflasi. Pasalnya ini akan membuat pemasukan pemerintah menjadi nol
juga atau bahkan negative. Belum lagi hal ini akan memicu aksi spekulan luar
negeri yang dapat menjalankan Carry Trade sehingga nilai uang justru menjadi
jatuh. Akibatnya, biaya impor menjadi terbebani sementara ekspor tidak
menunjukkan kenaikan signifikan berhubung melemahnya mata uang disebabkan oleh
aksi spekulan semata-mata.
Cara yang paling lazim digunakan adalah memberikan
stimulus ekonomi berupa bantuan likuiditas ke sektor bisnis. Dengan demikian
diharapkan kegiatan ekonomi kembali berputar. Pemerintah juga dapat memotong
pajak dan meningkatkan belanjanya sendiri untuk menggairahkan perekonomian.
Dari sisi Bank Sentral, pemerintah juga dapat meningkatkan peredaran uang di
masyarakat dengan membeli surat hutang sektor swasta dan menukarkannya dengan
uang tunai.
Selain itu, juga dapat dilakukan dengan
memotong suku bunga. Namun seperti dijelaskan di atas, memotong suku bunga
bukanlah jalan keluar yang sesungguhnya tetapi hanya sekedar pengobatan
sementara untuk menggairahkan ekonomi dan mengharapkan harga bergerak naik
dengan sendirinya. Selain itu, juga dapat diatasi melalui kebijakan pemerintah
dengan jalan melakukan tambahan pembelanjaan sebesar (sejumlah) celah deflasi
itu sendiri, kemudian menambahkan pengeluaran masyarakat, baik untuk konsumsi
maupun investasi.
Kurang lebih begitulah penjelasan singkat tentang Pengertian Deflasi dan jangan lupa juga untuk menyimak Pengertian Inflasi.
Demikianlah Artikel Pengertian Deflasi
Sekian Kunci gitar Pengertian Deflasi, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan Chord gitar lagu kali ini.

0 Response to "Pengertian Deflasi"
Posting Komentar