Penyanyi : Pengertian Inflasi
Judul lagu : Pengertian Inflasi
Pengertian Inflasi
Pengertian Inflasi - Adapun salah satu masalah makro ekonomi yang sangat
penting dan hampir ditemukan pada setiap negara di dunia, yaitu Inflasi.
Mengingat pentingnya Inflasi dalam suatu perekonomian menjadi penting bagi para
pengambil kebijakan makro ekonomi. Tentunya kita pernah merasakan harga barang
dan jasa cenderung terus meningkat dalam produk tertentu, seperti sekarang ini.
deflasi. Istilah ini tiba-tiba banyak dibicarakan kalangan ekonomi dunia.
Katanya, negara-negara maju dirundung deflasi? Apa implikasinya? Bagaimana
konsekuensinya? Bagaimana pula hal ini akan berdampak terhadap perekonomian
dunia. Selain masalah inflasi masalah makro ekonomi lainnya masalah deflasi. Fenomena
deflasi di negara-negara maju membawa kekhawatiran tertentu terhadap kinerja
perekonomian dunia. Jepang membuktikan, deflasi menyebabkan kredit macet
raksasa di sektor perbankan.
A. Pengertian
Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses
meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan
dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain,
konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi
barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata
uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan
tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi
belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan
harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi.
Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang
yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga.
Selain itu, inflasi merupakan salah satu masalah
ekonomi yang banyak mendapatkan perhatian para pemikir ekonomi. Pengertian
inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan
terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut
inflasi. Syarat adanya kecenderungan menaik yang teus menerus juga perlu
diingat, karena kenaikan harga karena musiman, menjelang hari-hari besar atau
yang terjadi sekali saja, dan tidak mempunyai pengaruh lanjutan tidak disebut
inflasi.
Definisi
Inflasi menurut para ahli :
·
Ekonom Parkin dan Bade
Inflasi adalah pergerakan ke arah atas dari tingkatan
harga. Secara mendasar ini berhubungan dengan harga, hal ini bisa juga disebut
dengan berapa banyaknya uang (rupiah) untuk memperoleh barang tersebut.
- Menurut Nopirin (1987:25)
Proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara
terus menerus selama peride tertentu.
- Menurut Samuelson dan Nordhaus (1998: 578-603)
Inflasi
dinyatakan sebagai kenaikan harga secara umum. Jadi tingkat inflasi adalah
tingkat perubahan harga secara umum yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai
berikut:
Rate of inflation (year t) = Price level (year t)- price level (year t-l)
rice level (year t-l)
Ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi, Prathama dan Mandala (2001:203)
1) Kenaikan harga
Rate of inflation (year t) = Price level (year t)- price level (year t-l)
Ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi, Prathama dan Mandala (2001:203)
1) Kenaikan harga
- Harga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi darpada harga periode sebelumnya.
2)
Bersifat umum
- Kenaikan harga suatu komoditas belum dapat dikatakan inflasi jika kenaikan tersebut tidak menyebabkan harga secara umum naik.
3)
Berlangsung terus menerus
·
Kenaikan harga yang bersifat umum juga belum akan
memunculkan inflasi, jika terjadi sesaat, karena itu perhitungan inflasi
dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan.
B. Jenis-Jenis
Inflas
Berdasarkan asalnya, inflasi dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan
inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri
misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan
cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan
menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang
terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat
biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor
barang.
Inflasi juga dapat dibagi
berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang
terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu
disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga
terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi
terbuka (Open Inflation). Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya
sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang
tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut
inflasi yang tidak terkendali (Hiperinflasi).
Dari hal diatas kita dapat
membedakan bermacam-macam inflasi berdasarkan berbagai penggolongannya, yaitu:
Berdasarkan parah tidaknya inflasi, Berdasarkan penyebab dari Inflasi,
Berdasarkan asal dari inflasi, dan Penggolongan Inflasi ditinjau dari asal
inflasi.
Berdasarkan
parah tidaknya inflasi :
1.
Inflasi ringan (di bawah 10% setahun)
2.
Inflasi sedang (antara 10 – 30% setahun)
3.
Inflasi berat (antara 30 – 100% setahun)
4.
Hiperinflasi (di atas 100% setahun)
Berdasarkan penyebab dari Inflasi :
·
Demand inflation / inflasi permintaan
Inflasi ini timbul karena permintaan
masyarakat akan berbagai macam barang terlalu kuat. Inflasi permintaan
ini disebabkan oleh permintaan masyarakat akan barang-barang (aggregate
demand) bertambah misalnya, karena bertambahnya pengeluaran
pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang, atau kenaikan permintaan luar
negeri akan barang-barang ekspor, atau bertambahnya pengeluaran investasi
swasta karena kredit yang murah, maka kurva agregate demand bergeser dari
D0 ke D1. Akibatnya tingkat harga umum naik dari P0 ke P1.
Inflasi yang timbul karena kenaikan
biaya produksi, yaitu karena kenaikan harga sarana produksi yang didatangkan
dari luar negeri, atau karena kenaikan bahan bakar minyak) maka kurva penawaran
masyarakat (aggregate supply) bergeser dari S0 ke S1. Perbedaan dari kedua
macam inflasi ini adalah:
1. Perbedaan
dalam hal akibat dari kedua macam inflasi tersebut, dari segi volume output,
karena dari segi harga output tidak berbeda. Dalam kasus demand inflation,
biasanya ada kecenderungan outputnya (GDP riil) menaik bersama-sama dengan
kenaikan harga umum. Besar kecilnya kenaikan output ini tergantung tegantung
pada elastisitas kurva agregate supplay, semakin mendekati output
maksimum semakin tidak elastis kurva tsb. Sebaliknya dalam kasus cost inflation
biasanya kenaikan harga-harga dibarengi dengan penurunan omzet penjualan barang
(kelesuan usaha).
2. Perbedaan
dalam hal urutan dari kenaikan harga. Dalam demand inflation kenaikan harga
barang (output) mendahului kenaikan harga barang-barang input dan harga- harga
faktor produksi. Sedangkan dalam dalam cost inflation kenaikan harga
barang-barang input dan harga-harga faktor produk mendahului kenaikan harga
barang-barang akhir (output).
·
Cost inflation / inflasi penawaran.
Inflasi ini timbul karena kenaikan biaya
produksi atau berkurangnya penawaran agregatif. Inflasi desakan biaya (cost
push inflation) terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga
mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik.
Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal,yaitu kenaikan harga,misalnya
bahan baku dan kenaikan upah/gaji,misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan
usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang dan Factor-faktor yang
menyebabkan terjadinya inflasi adalah sebagai berikut:
1) Tingkat
pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
barang dan jasa
2) Tuntutan
kenaikan upah dari pekerja.
3) Kenaikan
harga barang impor
4) Penambahan
penawaran uang dengan cara mencetak uang baru
5) Kekacauan
politik dan ekonomi seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998.
akibatnya angka inflasi mencapai 70%.
Berdasarkan asal dari inflasi
·
Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic
inflation)
·
Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported
inflation)
·
Penggolongan Inflasi ditinjau dari asal inflasi
1)
Inflasi dari dalam negeri timbul misalnya karena
defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan pencetakan uang baru, panenan
gagal dsb.
2)
Inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang timbul
karena kenaikkan harga-harga (yaitu:inflasi) di luar negeri atau di
negara-negara langganan berdagang kita.
3)
Kenaikkan harga barang-barang yang kita impor
mengakibatkan:
·
Secara langsung kenaikan indeks biaya hidup karena
sebagian dari barang-barang yang tercakup di dalamnya berasal dari impor.
·
Secara tidak langsung menaikkan indeks harga melalui
kenaikan biaya produksi (dan kemudian, harga jual) dari berbagai barang yang
menggunakan bahan mentah atau mesin-mesin yang harus diimpor (cost inflation)
·
Secara tidak langsung menimbulkan kenaikan harga di
dalam negeri, karena kenaikkan harga barang-barang impor mengakibatkan
kenaikan pengeluaran pemerintah/swasta yang berusaha mengimbangi kenaikan
harga impor
Penularan inflasi dari luar negeri
ke dalam negeri bisa pula melalui kenaikan harga barang-barang ekspor dan
saluran-salurannya hanya sedikit berbeda dengan penularan lewat kenaikan harga
barang-barang impor.
1) Bila harga
barang-barang ekspor seperti kopi teh minyak kelapa sawit naik, maka indeks
biaya hidup akan naik pula sebab barang- barang tsb langsung masuk dalam daftar
barang- barang yang tercakup dalam indeks harga.
2) Bila harga
barang-barang ekspor naik, maka biaya produksi dari barang-barang yang menggunakan
barang-barang tersebut dalam proses produksinya akan naik, dan harganya akan
naik pula.
3) Kenaikan
harga barang-barang ekspor berarti kenaikan penghasilan eksportir. Kenaikan
penghasilan ini akan dibelanjakan untuk membeli barang-barang , baik dari dalam
negeri maupun luar negeri. Bila jumlah barang yang tersedia di pasar tidak
bertambah, akibatnya harga-harga barang lain akan naik pula.
C. Kebijaksanaan Mengatasi Inflasi
1)
Kebijaksanaan Moneter
Cirinya :
- Yang mengatur jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
- Politik diskonto
- Politik OMO
- Politik Cash Ratio
- Politik Credit Seleksi
2) bijaksanaan
Fiskal
Cirinya :
- Yang mengatur penerimaan dan pengeluaran negara ( APBN )
- Menaikan pajak, kuantitatif / kualitatif
- Perhitungan pengeluaran pemerintah
- Pinjaman pemerintah, paksa / sukarela
- Penerbitan Obligasi
3) Kebijakan
Non Moneter
Cirinya :
- Pengendalian harga / Price Control
- Rationing / Distribusi ( Daerah Surplus / Minus )
- Politik upah
- Menaikan Produksi
D. Dampak
Inflasi
Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif-
tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai
pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu
meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja,
menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah,
yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan
perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak
bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena
harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai
negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan
mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk
dari waktu ke waktu.
Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap,
inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri
tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli
uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi
cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan
pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha, tidak dirugikan
dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan
dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.
Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung
karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga,
namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila
orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena,
untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari
tabungan masyarakat.
Bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur),
inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai
uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau
pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang
pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila
pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila
hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya
(biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya
biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, maka produsen enggan
untuk meneruskan produksinya. Produsen bisa menghentikan produksinya untuk
sementara waktu. Bahkan, bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha
produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil)
Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya
investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman
modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan
ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan
kesejahteraan masyarakat.
Kurang lebih begitulah penjelasan singkat tentang pengertian dari inflasi dan jangan lupa juga untuk menyimak Pengertian Deflasi.
Demikianlah Artikel Pengertian Inflasi
Sekian Kunci gitar Pengertian Inflasi, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan Chord gitar lagu kali ini.

0 Response to "Pengertian Inflasi"
Posting Komentar